“Kalau ini laga terakhir, saya puas. Tapi kalau diberi kesempatan untuk satu kali lagi, kenapa tidak?” ungkap Pacquiao, menyisakan ruang spekulasi dan harapan dari para fans.
Di luar ring, Pacquiao juga tengah aktif di dunia politik, serta beberapa kali disebut-sebut berencana membina petinju muda Filipina. Dengan statusnya sebagai legenda hidup yang telah merebut gelar di delapan divisi berbeda, apapun langkah yang diambil ke depan akan menjadi bagian dari warisan besar yang ia tinggalkan di dunia olahraga.
Apakah Manny Pacquiao masih lapar untuk satu pertarungan terakhir? Atau justru waktunya mengatakan selamat tinggal di tengah sorak sorai hormat dari dunia tinju? Dunia masih menunggu jawabannya. (berbagai sumber/aar)
Editor: Andi Akbar







