WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Demiane Agustien resmi teken kontrak profesional pertamanya bersama Arsenal U‑18 pada 19 Juli 2025, setelah sebelumnya membela akademi Derby County U‑18 dan sempat trial di West Brom U‑16. Momen ini bikin geger media Indonesia dan Inggris, karena fans tanah air langsung berkaca-kaca ketika tahu dia punya darah Merah-Putih.
Keturunan kuat: darah Indonesia di garis depan
Darah Indonesia Demiane berasal dari ibunya yang berdarah campuran Mesir-Indonesia, dengan sang nenek lahir di Jakarta. Bahkan, Demiane pernah bilang di YouTube Yussa Nugraha bahwa dia “sangat menantikan terbang ke Indonesia dan bermain” jika suatu hari dipanggil Garuda. Gak cuma mimpi, ini semacam pesan cinta nyata ke PSSI.
Opsi tiga negara: Curacao, Belanda, atau Indonesia?
Saat ini, Demiane pegang paspor Curacao dan sempat dipanggil timnas U‑17 Curacao—bahkan main juga untuk Belanda U‑18 pada Maret 2025. Meski begitu, ia ogah nutup pintu buat Garuda. “Senang bisa bermain untuk Belanda, Indonesia atau Curacao… tapi itu (membela Indonesia) akan sangat indah,” ujarnya. Jadi, ketiganya masih bisa jadi pilihan di masa depan.
Chili di lapangan: fleksibilitas posisi
Hype internasional soal Demiane bukan cuma karena darah keturunan, tapi juga skill-nya. Main di posisi sayap kiri, dia juga bisa jadi gelandang serang atau bek kiri. Arsenal jelas kepincut karena kemapuan ini—anak muda berkembang, bisa ditempatkan di berbagai posisi. Masa depan dia di Meriam London cerah banget.
Saatnya PSSI bergerak cepat
Dengan klub besar macam Arsenal, darah Indonesia, dan keinginan kuat untuk bela Merah-Putih, PSSI harus lebih agresif mendekatkan Demiane. Apalagi kita lihat langkah sukses di naturalisasi pemain seperti Ole Romeny atau Justin Hubner—yang sudah resmi jadi WNI dan kini rutin tampil di kualifikasi Piala Dunia. Kesempatan emas ada di depan mata: Garuda bisa mendapatkan talenta global selangkah lagi. (berbagai sumber/aar)

