WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN — Car Free Day (CFD) di Kota Banjarmasin masih dalam tahap uji coba dan belum dipastikan apakah akan menjadi agenda rutin atau sekadar sementara. Pemerintah Kota Banjarmasin bersama Polresta, TNI, dan Satpol PP tengah melakukan evaluasi menyeluruh terkait pelaksanaannya. CFD kali ini digelar di rute baru, yakni Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Merdeka (Jembatan Merdeka), Kapten Piere Tendean (Siring Menara Pandang), hingga Jembatan Pasar Lama. Lokasi ini menggantikan area sebelumnya di sekitar Masjid Raya Sabilal Muhtadin. “CFD masih bersifat sementara. Kami masih mengkaji berbagai dampaknya, baik dari sisi sosial, ekonomi, lalu lintas, hingga kenyamanan warga,” jelas Kepala Dinas Perhubungan Banjarmasin, Slamet Begjo, Jumat (18/7/2025). BACA JUGA:Kampanyekan Tertib Lalu Lintas, Satlantas HST Gandeng Wartawan, “Media Adalah Mitra Keselamatan di Jalan” Evaluasi Lokasi dan Dampaknya Pemko bersama instansi terkait akan menggelar rapat koordinasi lintas sektor hari ini guna mencari alternatif lokasi yang lebih representatif serta menampung masukan warga terkait pelaksanaan CFD. “Insyaallah siang ini kami rapatkan bersama semua pihak,” lanjut Slamet. Perubahan lokasi CFD disebut berpengaruh pada arus kendaraan dan aktivitas masyarakat sekitar. Karena itu, keterlibatan publik sangat dibutuhkan agar kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang olahraga, tapi juga menguatkan kesadaran akan pentingnya udara bersih dan gaya hidup sehat. Keputusan Masih Digodok CFD Banjarmasin mendapat sambutan hangat dari warga, terutama kalangan muda dan komunitas olahraga. Namun karena dampaknya belum sepenuhnya terukur, Pemko mengimbau masyarakat aktif memberi masukan demi keberlanjutan acara ini. “Kita ingin CFD bukan hanya seremonial, tapi menjadi gaya hidup kolektif yang sehat dan pro-lingkungan,” pungkas Slamet.(Wartabanjar.com/Ramadan) editor: nur muhammad