Kombes Fahri menegaskan bahwa selama operasi berlangsung, petugas akan melakukan tindakan represif berupa penilangan serta pemeriksaan kendaraan secara langsung di sejumlah titik yang telah ditentukan.
“Tujuan utama operasi ini adalah meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas, serta menurunkan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas,” jelasnya.
Sebanyak 517 personel dikerahkan dalam Operasi Patuh Intan 2025. Sebanyak 100 personel berasal dari Polda Kalsel, sementara 417 lainnya dari Polres jajaran.
Adapun lokasi razia akan difokuskan di titik-titik rawan pelanggaran dan kecelakaan, seperti perempatan lampu merah, jalur padat kendaraan, serta jalan yang sering dijadikan tempat putar balik (U-Turn).
Menariknya, kendaraan angkutan dengan muatan berlebih atau Over Dimension and Over Loading (ODOL) tidak termasuk dalam sasaran operasi kali ini.
“Penindakan terhadap ODOL saat ini masih dalam tahap sosialisasi dan edukasi secara nasional oleh Korlantas Polri,” tutup Kombes Fahri. (Ramadan)
Editor Restu







