BP Haji Beberkan Alasan Tolak Usulan Pemberangkatan Calon Jemaah Haji Gunakan Kapal Laut
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, JAKARTA- Badan Penyelenggara Haji (BP Haji) menolak tegas wacana atau usulan pemberangkatan calon jemaah haji menggunakan kapal laut sebagai salah satu alternatif transportasi untuk musim haji 1447 Hijriah.
Tenaga Ahli BP Haji, Ichsan Marsha, Sabtu (12/7/2025) mengatakan keberatan itu.
Sebelumnya, Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar, menyampaikan usulan terkait wacana memberangkatkan calon jemaah haji menggunakan kapal sebagai opsi alternatif selain pesawat terbang.
Ichsan membeberkan alasan penolakan tersebut, yakni gagasan atau ide memberangkatkan calon jemaah haji menggunakan kapal laut bertolak belakang dengan semangat yang sedang dibangun BP Haji untuk memberikan layanan terbaik kepada masyarakat.
Jika menggunakan kapal laut, maka otomatis hal itu berdampak kepada lamanya waktu perjalanan calon jemaah haji dari Indonesia hingga tiba di Arab Saudi.
"Selain itu, usulan tersebut tidak ekonomis," katanya, dikutip Minggu (13/7/2025).
Menurutnya, jika kebijakan tersebut diimplementasikan, maka bakal turut berdampak kepada upaya Pemerintah Indonesia yang bertekad mengurangi masa tinggal jemaah selama di Tanah Suci dari 40 hari menjadi 30 hari.
BACA JUGA: Operasi Patuh Intan 2025 Mulai Senin 14 Juli, Cek 9 Pelanggaran Sasaran
Sementara di sisi lain, Presiden RI, Prabowo Subianto telah meminta BP Haji agar mencarikan solusi supaya Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) musim berikutnya diturunkan dari musim haji 2025.
"Artinya, usulan menggunakan kapal laut ini akan menggeser keinginan kita di awal tadi, seperti upaya menekan biaya haji dan mengurangi masa tinggal di Tanah Suci," jelasnya.
Terpisah Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar mengatakan pemerintah Indonesia sedang menjajaki kemungkinan dibukanya jalur laut sebagai alternatif pemberangkatan ibadah umrah dan haji yang saat ini tengah didiskusikan dengan otoritas Arab Saudi.
"Digagas ke depan kami kira sangat prospektif memperkenalkan umrah dan haji melalui kapal laut. Kami juga kemarin berbicara dengan sejumlah pejabat-pejabat di Saudi Arabia," ujar Menag. (yayu)
Editor: Yayu