Mayatnya ditemukan di apartemennya di kawasan elit DHA Phase VI, Karachi.
Apartemennya dilaporkan selalu kondisi tertutup, namun kemudian tetangganya mencium bau busuk lalu melaporkannya ke polisi karena khawatir telah terjadi sesuatu yang serius di dalamnya.
Arab News melaporkan, pintu apartemennya selalu tertutup, dan tak ada tanda-tanda aktivitas dari dalam.
Mayatnya kemudian ditemukan dalam kondisi yang menyedihkan, dan sampai sekarang penyebab pasti kematiannya masih dalam proses penyelidikan.
Petugas kepolisian langsung datang ke lokasi dan mencoba menghubungi penghuni apartemen, tetapi tak ada respons, lalu memutuskan mendobrak pintu utama. Begitu pintu terbuka, polisi mendapati tubuh Humaira sudah dalam kondisi tak bernyawa, tergeletak di lantai.
Lebih memilukan lagi, jasadnya sudah dalam keadaan membusuk parah, menandakan ia kemungkinan besar sudah meninggal beberapa hari sebelumnya. Diduga Meninggal Sudah 9 Bulan Jenazah langsung dievakuasi ke Jinnah Postgraduate Medical Centre untuk proses autopsi.
Dokter forensik Dr. Summaiya Syed menyebutkan jasadnya sudah dalam tahap dekomposisi lanjut, sehingga perlu uji laboratorium lanjutan untuk memastikan penyebab kematiannya. Mengejutkannya lagi, berdasarkan hasil penyelidikan digital dan forensik, Humaira Asghar Ali disebut sudah meninggal sejak Oktober 2024, yang jika dihitung hingga Juli 2025 berarti sudah sekitar 9 bulan. Polisi juga memeriksa catatan panggilan telepon, hingga aktivitas Humaira Asghar Ali di media sosial dan juga kesaksian tetangga. Unggahan Facebook terakhirnya pada 11 September 2024 dan unggahan Instagram terakhirnya pada 30 September 2024.