SPMB SMP Negeri di HST Masih Didominasi Jalur Domisili, Hanya 2 Sekolah Berdaya Tampung Penuh

WARTABANJAR.COM, BARABAI– Penerimaan peserta didik baru tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) tahun ajaran 2025/2026 melalui Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) menunjukkan dinamika cukup signifikan.

Dari total daya tampung 2.258 siswa yang tersedia di 33 SMP negeri dan 2 SMP swasta, hanya 1.301 siswa yang mendaftar dan diterima.

Hal ini diungkapkan Kepala Seksi (Kasi) Peserta Didik SMP Dinas Pendidikan HST, Ahmad Humaidi, dalam keterangannya kepada wartabanjar.com, Jumat (11/7/2025).

“Jumlah siswa yang mendaftar dan diterima masih lebih sedikit dibandingkan kapasitas daya tampung yang disediakan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, seluruh SMP negeri di HST wajib mengikuti petunjuk teknis (juknis) SPMB dari Dinas Pendidikan HST, sedangkan sekolah swasta tidak diwajibkan mengikuti juknis tersebut.

“Jalur domisili mengisi 50 persen dari daya tampung, afirmasi 20 persen, prestasi 25 persen, dan jalur mutasi 5 persen. Jalur mutasi ini bisa diikuti siswa yang ikut orang tuanya pindah domisili karena pekerjaan,” jelas Humaidi.

Dari seluruh sekolah yang mengikuti seleksi, hanya dua SMP negeri yang berhasil memenuhi kuota secara penuh, yaitu SMP Negeri 1 HST dan SMP Negeri 20 HST.

SMPN 1 HST menerima 210 siswa sesuai kapasitas, serta SMP Negeri 20 HST di Kecamatan Labuan Amas Utara menerima 64 siswa dari 64 kuota yang tersedia.

Sebaliknya, beberapa sekolah mengalami kekurangan pendaftar yang cukup signifikan, seperti SMP Negeri 26 Satu Atap di Kecamatan Hantakan hanya menerima 9 siswa dari total daya tampung 32.

Di wilayah Kecamatan Barabai, SMP Negeri 27 HST Desa Ayuang hanya menerima 18 siswa dari 32 kuota.