PILU! Jenazah Penyuluh KB di Donggala Diangkut Pakai Motor, Ambulans Rusak Sejak Lebaran

WARTABANJAR.COM – Aroma tanah basah dan kabut pagi menyelimuti lereng-lereng Pinembani, Donggala. Namun keindahan alam itu tak mampu menutupi pilu yang menyelimuti warga Desa Palintuma, Kecamatan Pinembani. Suasana duka menyergap, setelah Ariel Sharon, seorang Penyuluh Keluarga Berencana (KB) Terampil, meninggal dunia pada Rabu malam (9/7/2025).

Ariel bukan sekadar aparat kesehatan biasa. Ia adalah sosok yang mengabdi tanpa pamrih demi kesehatan masyarakat di pelosok Sulawesi Tengah. Namun tragisnya, saat kepergiannya pun ia masih harus menghadapi keterbatasan infrastruktur daerah yang menyayat hati.

Jenazah Ariel terpaksa dibawa menuruni pegunungan dengan sepeda motor sejauh puluhan kilometer—karena ambulans di wilayah tersebut rusak dan tak kunjung diperbaiki.

BACA JUGA:Mobil Ekspedisi Naik ke Pembatas Jembatan Sulawesi Banjarmasin, Warga Ramai-ramai Evakuasi!

“Sama sekali tidak ada ambulans. Sudah lama rusak. Maret sempat diperbaiki, tapi cuma bisa dipakai dua kali. Setelah Lebaran rusak lagi, dan sejak itu tidak pernah digunakan. Katanya masih di bengkel di Jalan Datu Adam Kota Palu,” ungkap seorang warga pada Kamis (10/7/2025).

Dengan penuh keterpaksaan, warga pun bergotong royong mengantar jenazah dengan motor, melewati medan curam dan berbatu. Baru setelah mencapai daerah yang lebih rendah, jenazah Ariel dipindahkan ke ambulans Puskesmas Dombu, Kabupaten Sigi, untuk melanjutkan perjalanan ke Palu.

Kisah memilukan ini menggambarkan betapa akses layanan kesehatan di daerah terpencil masih sangat memprihatinkan. Kepergian Ariel menjadi simbol jeritan sunyi daerah-daerah yang belum tersentuh infrastruktur layak, bahkan untuk mengantar satu nyawa ke peristirahatan terakhir.(Wartabanjar.com/pstore.cilegon/berbagai sumber)

Baca Juga :   Berlaku Mulai Januari 2026! "Penjahat Kelas Teri" Tidak Lagi Dipenjara Tapi Hukuman Kerja Sosial

Baca Lebih Lengkapnya Instal dari Playstore WartaBanjar.com

BERITA LAINNYA

TERBARU HARI INI

paling banyak dibaca