“Dugaan kuat, korban meninggal akibat penyakit yang telah lama dideritanya, seperti vertigo, asam urat, dan gangguan lambung. Hal ini juga dikuatkan oleh keterangan keluarganya,” tambah Kompol Imam.
Tim Inafis Polres Banjarbaru yang turun ke lokasi juga memastikan bahwa kematian Supardi murni karena faktor medis. Aipda Aulia Rahman dari Tim Inafis menyebut pihak keluarga menolak autopsi dan memilih untuk langsung memakamkan korban.
“Setelah kami klarifikasi ke rumah duka, pihak keluarga mengonfirmasi riwayat penyakitnya dan memutuskan agar jenazah langsung disemayamkan,” ujarnya.
Salah satu saksi mata, Sudarmaji, warga sekitar, mengatakan bahwa Supardi membawa beberapa peralatan dapur seperti panci, gelas, dan piring.
“Katanya buat acara selametan nanti malam di rumah anaknya. Tapi belum sampai, beliau jatuh sendiri di tikungan,” tuturnya.
Jenazah Supardi kemudian dibawa ke rumah anaknya yang tak jauh dari lokasi untuk semayamkan. (IKhsan)
Editor Restu







