Ia juga menekankan pentingnya penguatan data dan pelaporan dalam perbaikan tata kelola pemerintahan, baik secara internal maupun antar-sektor.
Kelola Limbah Jadi Sumber PAD
Dalam bidang pengelolaan lingkungan, forum membahas urgensi pengolahan limbah medis dan air limbah secara optimal. Salah satu terobosan yang telah dilakukan adalah kerja sama antar daerah untuk pengolahan limbah medis dengan pihak ketiga.
“Biaya pengolahan limbah medis saat ini sekitar Rp80.000–Rp125.000 per kilogram. Lewat sistem bagi hasil, ini juga bisa menjadi sumber pendapatan asli daerah (PAD),” ujar Yani.
Di sektor kesehatan, Sekda juga memaparkan progres pembangunan dua rumah sakit baru di wilayah perbatasan HST dan Kabupaten Balangan, yaitu RS Simpang Medika dan RS Mitra Borneo yang masing-masing berdiri di atas lahan sekitar 5 hektare.
“Kehadiran dua rumah sakit ini diharapkan mampu menyeimbangkan layanan kesehatan swasta dan meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan medis berkualitas,” pungkasnya.(Wartabanjar.com/Adew)
editor: nur muhammad

