Embung Sungai Bakar Belum Maksimal, Warga Keluhkan Minim Manfaat

“Ini ada tabungan sekali keluar banyu itu banyak,” tambahnya.

Warga berpendapat, sebelum ada embung, wilayah mereka tidak pernah mengalami banjir separah saat ini. “Sebelum ada embung normal, kada banjir kada melipat ke atas kan banyu kada tetabung, walaupun deras tapi banyu kada menabung atau tetahan,” terang Rahmah.

Ia menekankan perlunya pintu air agar aliran air bisa terbagi dan tidak menumpuk.

“Seharusnya ada pintu lagi sekali banyu itu terbagi-bagi jangan terlalu menabung,” tegasnya.

Selain masalah fungsi, kondisi fisik embung juga menjadi sorotan.

Warga menemukan adanya kerusakan pada bangunan. “Bangunannya memang kaya ini adanya, ada yang pecah-pecah, mana ada yang kerusakan,” keluh Rahmah, berharap pemerintah bisa segera melakukan perbaikan.

Impian warga untuk menjadikan embung sebagai tempat wisata juga belum terwujud.

“Rencananya jar handak maulah wisata di sini, kayak bebek-bebekan atau perahu apa, tapi amunnya bangunannya haja kada tuntung dimapa handak lanjut yo,” ujar Rahmah pasrah.

Saat ini, embung hanya dimanfaatkan warga untuk memancing. “Untuk saat ini berguna sagan peunjunan atau peluntaan,” ucapnya sambil tersenyum menunjuk orang yang sedang memancing. “Kalau untuk penghasilan belum ada lagi.”

Masyarakat Desa Sungai Bakar berharap pemerintah daerah bisa segera menanggapi keluhan mereka dan mengambil tindakan nyata agar Embung Bakar dapat berfungsi sesuai tujuan awal.

Anggaran besar yang telah dikeluarkan hendaknya tidak menjadi sia-sia, dan yang terpenting, keselamatan serta kesejahteraan warga harus diutamakan. (Gazali)

Editor Restu