Kecelakaan Tragis Diogo Jota di A‑52: Kronologi Ledakan Ban & Kontroversi Jalan “Jalur Kambing”

WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Pada Kamis dini hari, 3 Juli 2025, Diogo Jota (28) bersama sang adik, Andre Silva, melakukan perjalanan malam dengan mengendarai Lamborghini menuju pelabuhan Santander, Spanyol. Tujuannya: naik feri ke Inggris karena dokter melarangnya terbang pasca-operasi paru-paru. Semua tampak berjalan lancar hingga pukul 00.30–00.40 waktu setempat, saat mereka melintasi KM 65 jalur A‑52 di sekitar zona Zamora/Palacios de Sanabria.

Ledakan Ban di Tengah Tikungan
Lamborghini yang sedang menyalip mobil lain tiba‑tiba mengalami ledakan ban—salah satu ban meledak saat melaju cepat. Kondisi ban tersebut diduga retak atau rusak sebelumnya, lalu pecah saat beban dan kecepatan tinggi.

Momen Kritis & Lepas Kontrol
Setelah ban ledak, sang pengemudi kehilangan kendali. Mobil langsung meluncur keluar jalur, menabrak pembatas jalan besi, dan akhirnya terbalik. Semua terjadi dalam hitungan detik, situasi yang sangat kritis dan sudah tak bisa dikendalikan.

Kebakaran Hebat & Respon Darurat
Setelah terguling, Lamborghini langsung terbakar hebat. Layanan darurat Garda Sipil, tim medis UME, serta pemadam kebakaran segera datang. Namun sayangnya, api sudah mengkonsumsi seluruh kabin sebelum ada yang bisa diselamatkan. Kedua korban dinyatakan meninggal di lokasi.

Identifikasi & Proses Forensik
Awalnya, identifikasi dilakukan berdasarkan dokumen yang ditemukan. Namun karena jasad hangus, otopsi dan tes DNA dipakai untuk memastikan bahwa yang tewas adalah Diogo Jota dan Andre Silva.

Penyelidikan Kecepatan & Faktor Jalan
Garda Sipil menegaskan bahwa ledakan ban sebelum menyalip adalah penyebab utama. Namun, penyelidikan juga tengah mempertimbangkan dugaan kecepatan tinggi. Selain itu, kondisi fisik jalan A‑52 yang buruk ikut menjadi sorotan rusak, penuh lubang, tikungan tajam, minim penerangan, bahkan dijuluki “jalur kambing” oleh pengguna jalan.