WARTABANJAR.COM, BARABAI – Ketegangan sempat menyelimuti warga Desa Jaranih, Kecamatan Pandawan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan, menyusul munculnya dugaan penyebaran ajaran menyimpang bertajuk “Tamat Sembahyang” yang berbeda dengan praktik keislaman masyarakat setempat.
Ajaran ini memicu keresahan luas hingga terjadi upaya pembakaran rumah salah satu warga berinisial D, yang diduga menjadi penyebarnya. Warga pun bereaksi keras karena para pengikut ajaran ini diketahui tidak lagi menjalankan ibadah seperti salat lima waktu, salat Jumat, maupun kegiatan sosial-keagamaan lainnya.
Camat Pandawan, M. Affauw Al Bagaq, langsung turun tangan dengan memfasilitasi mediasi secara bertahap.
“Setelah mendapat laporan, kami langsung koordinasikan mediasi di tingkat desa dengan melibatkan Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan tokoh masyarakat,” ungkap Affauw, Kamis (3/7/2025).
Namun, pada mediasi pertama para pengikut ajaran tersebut masih bersikukuh dengan keyakinan mereka.
“Mereka belum bersedia kembali. Akhirnya kami gelar mediasi tingkat kecamatan,” lanjutnya.
BACA JUGA:GEGER! Diduga Anut Ajaran Menyimpang, Warga Jaranih HST Tolak Sholat dan Puasa, Rumah Nyaris Dibakar
Mediasi Tingkat Kecamatan Berbuah Hasil
Pada Kamis (26/6/2025), mediasi lanjutan digelar dengan menghadirkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Pandawan, KUA, Kapolsek, Danramil, serta tokoh agama dan masyarakat.







