“Anak-anak usia dini harus kita siapkan menjadi generasi hebat yang berkarakter Pancasila, beriman, bertakwa, dan berbakti kepada orang tua. Pendidikan ini bukan hanya tugas guru, tapi juga tanggung jawab bersama keluarga dan masyarakat,” tegas Abdilah.
Ia juga menyoroti dampak negatif penggunaan gawai secara berlebihan pada anak-anak. “Kalau balita terus dicekoki layar, maka otaknya tidak akan berkembang optimal. Kita harus lebih bijak, jangan sampai teknologi merenggut masa kecil mereka,” pesannya.
Sementara itu, Bunda PAUD Tanah Laut, Hj. Dian Rahmat, menyampaikan bahwa pendidikan karakter adalah kunci utama dalam membentuk generasi masa depan. Menurutnya, adab dan akhlak harus menjadi fondasi sebelum anak dikenalkan pada ilmu pengetahuan.
“Di zaman yang serba cepat ini, adab sering kali tertinggal. Ilmu setinggi apa pun tidak akan bermakna jika tidak dibarengi dengan akhlak yang baik. Pendidikan karakter harus menjadi prioritas utama,” ujar Dian dalam sambutannya yang mendapat sambutan hangat dari peserta.
Beliau juga menekankan pentingnya komunikasi emosional antara orang tua dan anak. “Sekarang ini banyak orang tua yang sibuk dengan gawainya, lupa bahwa rumah adalah madrasah pertama anak. Jangan sampai anak lebih mengenal konten digital daripada kasih sayang orang tuanya,” lanjutnya.
Acara diakhiri dengan penyerahan bingkisan simbolis kepada perwakilan peserta sebagai bentuk apresiasi atas dukungan terhadap pendidikan anak usia dini di Tanah Laut.(Gazali)
Editor Restu







