Menurut data BPMP, sekitar 4.300 anak di HST tercatat belum kembali bersekolah. Angka ini bersifat dinamis dan masih memerlukan validasi secara menyeluruh.
Kepala Dinas Pendidikan HST, Muhammad Anhar, menyatakan bahwa pihaknya telah membentuk Tim Koordinasi Penanganan ATS yang melibatkan SKPD dan camat.
“Hari ini kita satukan persepsi untuk memahami penyebab ATS, serta menyusun strategi bersama guna menanganinya secara menyeluruh,” ujarnya.
Sementara itu, Camat Batu Benawa, Jayadi, menyatakan pihaknya siap membentuk gugus tugas kecamatan dan melakukan pendekatan rumah ke rumah.
“Kami juga sedang menyusun SOP dan berkoordinasi lintas instansi agar program ini berjalan terukur dan efektif,” katanya.
Hal senada disampaikan Camat Labuan Amas Utara, Muayyad, yang mengaku siap menggandeng tokoh agama lokal sebagai mitra dalam mengembalikan anak-anak ke dunia pendidikan.
“Peran tokoh agama sangat strategis dalam membangkitkan kesadaran pentingnya sekolah bagi masa depan,” jelasnya.(Wartabanjar.com/Adew)
editor: nur muhammad







