“Almarhum mengeluh tidak nafsu makan dan tampak lemah, namun hasil pemeriksaan tanda-tanda vital dan gula darah sewaktu (GDS) masih dalam batas normal. Diketahui, almarhum memiliki riwayat Diabetes Melitus,” beber Tambrin.
Pada hari kepulangan, almarhum tampak lemas dan menggunakan kursi roda. Pemeriksaan di terminal menunjukkan tekanan darah 104/71, saturasi oksigen 96%, dan GDS meningkat tajam ke angka 301.
Meski tetap diberikan obat rutin Metformin 500 mg dan dilakukan pemantauan intensif selama penerbangan, kondisi almarhum mendadak memburuk.
“Terakhir, almarhum masih berinteraksi dengan tenaga kesehatan setelah salat subuh. Namun sekitar pukul 08.00 pagi waktu Indonesia Barat, beliau ditemukan tidak sadarkan diri, tanpa nadi dan napas,” ungkap Tambrin.
Kemudian, tim medis melakukan resusitasi jantung paru (RJP) selama lima siklus, namun tidak menunjukkan respons.
“Almarhum dinyatakan meninggal dunia pada pukul 12.22 WIB di dalam pesawat,” jelas Tambrin. (IKhsan)
Editor Restu







