Di sisi pembiayaan, penerimaan naik signifikan dari Rp462,43 miliar menjadi Rp837,59 miliar.
Kenaikan sebesar 81,13 persen ini menunjukkan strategi fiskal daerah dalam menjaga keseimbangan APBD.
Pengeluaran pembiayaan juga bertambah dari Rp10 miliar menjadi Rp40 miliar.
Sebagai penutup, Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu berharap DPRD dapat membahas Perubahan APBD 2025 secara komprehensif dan tepat waktu.
Eryanto Rais pun menekankan pentingnya sinergi antara Badan Anggaran DPRD dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah dalam menyepakati rincian pendapatan dan belanja.
“Kami ingin APBD Perubahan ini benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” tegasnya.
BACA JUGA: Miss Papua Pegunungan Merince Kogoya Didepak dari Miss Indonesia 2025 karena Mendukung Israel
Rapat ini dipimpin oleh Ketua DPRD Tanah Bumbu, Andrean Atma Maulani didampingi Wakil Ketua I, H. Hasanuddin.
Turut hadir juga di rapat ini adalah unsur Forkopimda, instansi vertikal, perbankan, BUMD, serta pimpinan SKPD dan tamu undangan lainnya. (Haidar)
Editor: Yayu







