Namun, upaya pengejaran terhadap Fredy Pratama yang merupakan otak di balik sindikat ini menghadapi tantangan besar.
Kapolda menyebut, Fredy dikenal sangat licin dan berpindah-pindah lokasi, mulai dari Kalimantan Barat, Malaysia, hingga Kamboja. Selain itu, Ia juga kerap berganti-ganti aplikasi komunikasi untuk menghindari pelacakan.
“Begitu ada upaya penangkapan, dia langsung ganti aplikasi. Ini membuat tim kami kesulitan melacak keberadaannya,” tambah Irjen Pol Yudha.
Meski begitu, pihak kepolisian terus meningkatkan kerja sama lintas wilayah untuk menangkap Fredy. Selain itu, koordinasi terus dilakukan guna mempersempit ruang gerakdan membongkar seluruh jaringan Fredy.
“Kami tidak hanya fokus pada pengejaran Fredy, tetapi juga pada pemutusan jalur distribusi narkoba agar tidak sampai ke tangan masyarakat,” tegas Irjen Pol Yudha. (IKhsan)
Editor Restu







