WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN- Kementerian Agama Kalsel mengumumkan jemaah haji debarkasi Banjarmasin yang wafat di Tanah Suci berjumlah sembilan orang. Data tersebut per Rabu (25/6/2025). Mereka terdiri dari jemaah asal Provinsi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.

Mengutip situs Kementerian Agama Kalsel, Kamis (26/6/2025), berikut ini nama, asal Kloter dan daerah mereka:

  1. Acil Suhud Yusuf (81 thn), Kloter 4 dari Tabalong (Kalsel)
  2. Hartati (49 thn), Kloter 6 dari Pulang Pisau (Kalteng)
  3. Ardiansyah Arjan Asmuni (63 thn), Kloter 12 dari Hulu Sungai Tengah (Kalsel)
  4. Adnan Hadri (79 thn), Kloter 3 dari Kapuas (Kalteng)
  5. Mujianto Sutomo J (65 thn), Kloter 3 dari Kotawaringin Barat (Kalteng)
  6. Mustafa Sahamma Putang (90 thn), Kloter 11 dari Kotabaru (Kalsel)
  7. Siti Aisah (64 thn), Kloter 3 dari Kotawaringin Barat (Kalteng)
  8. Ramlah (72 thn), Kloter 6 dari Kotawaringin Timur (Kalteng)
  9. H. Syarkawi Bain Taib (70 thn), Kloter 3 dari Kapuas (Kalteng)
Nama terakhir, yaitu H. Syarkawi Bain Taib, dilaporkan wafat pada Senin (23/6/2025) di RS King Abdul Aziz, Mekkah. Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Banjarmasin yang juga Kepala Kantor Wilayah (Ka.Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Kalimantan Selatan, Dr. H. Muhammad Tambrin M.M.Pd. turut mengucap bela sungkawa atas wafatnya 9 jemaah haji tersebut. BACA JUGA: Wanita Diduga Menceburkan Diri ke Laut Kotabaru “Semoga jemaah haji yang wafat mendapatkan haji yang mabrur, umrah yang makbul dan khusnul khatimah,” harap Tambrin. Pemulangan Fase 2 Segera Dimulai Sementara itu, Kemenag Kalsel melaporkan hingga hari ini, sudah ada 2.528 jemaah dan petugas haji debarkasi Banjarmasin yang tiba di Banua.

Kini, dari debarkasi Banjarmasin telah dipulangkan 6 kelompok terbang, masih ada jemaah dan petugas haji yang berada di Arab Saudi atau belum dipulangkan berjumlah 2.965 orang yang tergabung dalam kloter 7 hingga 13.

Mereka akan dipulangkan pada fase pemulangan gelombang kedua, dari Bandara Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah. (yayu)

Editor: Yayu