Peringati Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2025, PLN UP2B Kaltimra Perkuat Keandalan Listrik Kalimantan Timur
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, BALIKPAPAN- Dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2025, PLN Unit Pelaksana Pengatur Beban Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (UP2B Kaltimra) menyusun Kajian Strategi Operasi dan Skema Pertahanan Sistem di Balikpapan, Kalimantan Timur.
Kegiatan ini sebagai langkah strategis meningkatkan keandalan sistem kelistrikan dan bagian dari upaya nyata PLN dalam menjamin kontinuitas layanan ketenagalistrikan di wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.
Langkah ini dirancang sebagai strategi preventif untuk mengantisipasi potensi gangguan sistem yang dapat berdampak pada masyarakat umum, layanan publik seperti rumah sakit dan sekolah, serta sektor industri dan Konsumen Tegangan Tinggi (KTT).
Kajian ini secara khusus memperhitungkan masuknya KTT Mobile Power Plant (MPP) 140 MVA di Balikpapan dan konfigurasi jaringan baru seiring dengan beroperasinya Gardu Induk Tempadung, yang kini langsung melayani KTT MMP.
“Kami ingin memastikan bahwa sistem interkoneksi kelistrikan Kalimantan mampu merespons pertumbuhan beban dan kebutuhan pasokan listrik yang semakin kompleks. Strategi ini adalah bagian dari komitmen kami untuk memberikan rasa aman dan keandalan listrik bagi masyarakat dan dunia usaha,” ujar Dita Agustiono, Manager UP2B Kaltimra, dikutip dari siaran pers PLN bernomor 047.PR/STH.01.05/VI/2025, Selasa (24/6/2025).
Sementara itu, General Manager PLN UIP3B Kalimantan, Riko Ramadhano Budiawan, menyampaikan bahwa inisiatif ini merupakan implementasi langsung nilai-nilai Pancasila dan core value AKHLAK yang diusung BUMN.
BACA JUGA: VIDEO - DOHA MENCEKAM! Warga Panik Berlarian di Mal Saat Rudal Iran Hantam Pangkalan Militer AS, Netizen: Media Barat Tak Jujur!
“Momentum Hari Lahir Pancasila mengingatkan kita akan pentingnya keadilan energi. Melalui strategi ini, PLN berupaya menghadirkan sistem kelistrikan yang tidak hanya andal, tetapi juga inklusif dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” jelas Riko.
Ia juga menegaskan bahwa peran UP2B sangat vital dalam merancang sistem operasi yang responsif terhadap dinamika kelistrikan, khususnya dalam menyongsong pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Kesiapan infrastruktur kelistrikan di Kalimantan harus selangkah lebih maju. Ini bukan hanya tentang teknis operasional, tetapi tentang tanggung jawab moral kita untuk menyokong pembangunan nasional,” tambahnya.
Melalui pendekatan berbasis risiko dan inovasi berkelanjutan, UP2B Kaltimra terus memperkuat fondasi sistem kelistrikan Kalimantan Timur agar tetap adaptif terhadap perubahan dan mampu mendukung investasi strategis yang masuk ke wilayah tersebut.
Dengan semangat Amanah, Kompeten, dan Adaptif, PLN UP2B Kaltimra membuktikan bahwa dedikasi tiada henti dalam menjaga keandalan listrik adalah bagian dari pelayanan terbaik bagi negeri. (rls)
Editor: Yayu