“Kontak tani itu bukan hanya soal budidaya, tapi juga hilirisasi, termasuk kelompok wanita tani dan pemuda tani,” tegasnya.
Selain itu, KTNA HST juga aktif dalam mengawasi distribusi dan kualitas pupuk di lapangan. Mereka menemukan beberapa pupuk yang tidak sesuai standar berdasarkan uji laboratorium, yang dinilai berpotensi merugikan petani.
Komitmen untuk Pertanian Mandiri dan Berkelanjutan
KTNA HST menyatakan akan terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendorong kemandirian pangan, melalui peningkatan kapasitas petani, pendampingan teknis di lapangan, dan advokasi kebijakan yang berpihak kepada petani.
“Melalui sinergi semua pihak, kita harapkan pertanian HST ke depan semakin modern, mandiri, dan menjadi pilar utama ekonomi daerah,” tutup Saleh.(Wartabanjar.com/Adew)
editor: nur muhammad

