Janji Ditagih, Mahasiswa Dipiting! Kunjungan Gibran di Blitar Diwarnai Aksi Represif Paspampres

“Tindakan itu berlebihan dan berbasis kekerasan. Ini ancaman serius bagi demokrasi dan kebebasan berpendapat,” tegasnya.
“Andai mahasiswa itu memuji kampanye Gibran, tentu tidak akan dipiting,” sindirnya lagi.

Polisi Berkilah Demi Keamanan

Kapolres Blitar Kota menjelaskan, tindakan itu diambil demi keamanan jalur rombongan Wapres. Menurutnya, mahasiswa hanya diamankan sementara lalu dilepas setelah situasi kondusif.

Namun, klarifikasi itu tidak meredakan kemarahan publik.

Netizen Murka: “Tagih Janji Kok Dipiting!”

Aksi Paspampres menuai kritik pedas dari warganet. Berikut beberapa komentar yang viral:

“Utang janji ditagih, malah marah. Mirip yang pinjam di bank emok 😂”
“Sudah diklarifikasi, katanya diajak makan siang. Tapi kok sampai dipiting?”
“Janji adalah utang, utang wajib dibayar, bukan dibungkam.”
“Demokrasi sudah mati.”
“Kalau rakyat terus ditekan, jangan salahkan kalau reformasi terulang.”
“Dibayar rakyat, tapi malah menyakiti rakyat.”

Kritik Tak Boleh Dibungkam

Insiden ini menjadi catatan serius bahwa demokrasi bukan hanya soal pemilu, tapi juga soal ruang bebas menyuarakan pendapat. Kritik mahasiswa bukan ancaman, melainkan pengingat akan janji yang belum ditepati.(Wartabanjar.com/youtube/suara.com/rmol.id/duniahariini17/berbagai sumber)

editor: nur muhammad