WARTABANJAR.COM, BANJARBARU - Kota Banjarbaru menerapkan status waspada kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Kamis (19/6). Berdasarkan data Februari hingga Juni 2025, sudah tercatat 16 kejadian kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kota Banjarbaru. Titik karhutla tersebar di 4 kecamatan, yakni Liang Anggang 5 kejadian dengan total luasan 5,69 ha lahan terbakar. Baca Juga Belokan Angin di Selat Makassar Sebabkan Hujan di Seluruh Wilayah Kalsel Hari ini Cempaka 2 kejadian dengan luasan + 0,055 ha lahan terbakar. Landasan Ulin 8 kejadian dengan luasan ±1,811 ha terbakar. Terakhir di Banjarbaru Utara satu kejadian dengan luasan 0,02 ha lahan terbakar. Total luas area terdampak mencapai hampir 7,576 hektare. Berikut penyebab utama karhutla : 1. Pembukaan lahan dengan cara membakar (masih banyak dilakukan oleh oknum) 2.Cuaca ekstrem dan kekeringan akibat perubahan iklim 3.Kelalaian manusia, seperti puntung rokok atau api unggun yang tak dipadamkan Dampaknya: •Polusi udara berat (|SPU sangat berbahaya bagi kesehatan) •Gangguan ekosistem dan punahnya satwa liar •Kerugian ekonomi. (atoe) Editor Restu