WARTABANJAR.COM, TANGERANG – Sebuah kejadian mengerikan menggetarkan hati warga Jatiuwung, Kota Tangerang. Seorang anak laki-laki di bawah umur diduga menjadi korban sodomi oleh oknum karyawan sebuah minimarket, Minggu (15/6/2026). Lokasinya? Di toilet tempat umum yang semestinya aman.
Insiden ini sontak memicu amarah warga. Pelaku nyaris diamuk massa sebelum akhirnya diserahkan ke pihak berwajib.
Kronologi
Kejadian bermula saat korban hendak melakukan isi ulang (top-up) permainan daring di minimarket. Sang karyawan, berinisial A, diduga mengiming-imingi top-up gratis senilai Rp100.000 dengan syarat korban mengikuti ke toilet.
Di dalam ruang sempit itulah, aksi pencabulan berupa sodomi terjadi.
Korban pulang dalam kondisi mencurigakan: berjalan mengangkang, tampak kesakitan. Sang ibu curiga dan melakukan pemeriksaan. Hasilnya tragis — ditemukan tanda-tanda kekerasan seksual, termasuk cairan yang diduga sperma. Anak itu pun akhirnya mengaku telah dilecehkan.
BACA JUGA:Delay Hampir 3 Jam, Batik Air Rute Jakarta-Banjarmasin Baru Mendarat Malam Hari
Nyaris Dihakimi
Geram atas pengakuan korban, orang tua langsung mendatangi minimarket bersama warga sekitar. Pelaku berhasil ditangkap dan diinterogasi. Ia mengaku, korban hari itu adalah yang kedua.
Warga yang marah besar nyaris main hakim sendiri. Beruntung, aparat segera datang dan mengamankan pelaku ke Polres Metro Tangerang Kota.
Viral di Medsos
Video penangkapan pelaku menyebar cepat di media sosial. Netizen mengecam keras dan mendesak penegakan hukum tanpa ampun. Banyak yang menuntut agar pelaku dihukum seberat-beratnya, termasuk dengan kastrasi kimia.
Kapolres Metro Tangerang Kota menyatakan bahwa pelaku sedang diperiksa intensif. Penyelidikan diperluas untuk memastikan apakah ada korban lain.
Langkah Pencegahan & Penegakan Hukum: Ini yang Harus Dilakukan







