Banjir Pemain Naturalisasi, Pemain Muda Malaysia Bersuara
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, JAKARTA - Konflik internal yang menghangat di tubuh Timnas Malaysia antara pemain lokal dan naturalisasi mulai memunculkan dampak lanjutan. Beberapa pemain muda nasional secara terbuka menyuarakan kekecewaan mereka terhadap situasi yang terjadi.
Luqman Hakim Shamsudin, salah satu striker muda yang sempat digadang-gadang sebagai bintang masa depan Malaysia, mengungkapkan kegelisahannya.
"Kami tak anti pemain naturalisasi. Tapi saat pemain lokal terus diabaikan, kita harus bertanya: masa depan Timnas ini untuk siapa?" kata Luqman saat diwawancarai oleh Harian Metro, Minggu (15/6).
Pemain Akademi Merasa Terbuang
Hal senada disampaikan oleh Azam Azmi, bek muda dari Terengganu FC dan mantan anggota Timnas U-23.
“Kami dibina dari bawah, ikut program FAM bertahun-tahun. Tapi ketika masuk ke senior, rasanya seperti bukan milik kami lagi,” ujarnya kepada Berita Harian.
Pernyataan-pernyataan ini mencerminkan kekecewaan sistemik di antara generasi muda sepak bola Malaysia. Mereka mengaku kehilangan motivasi karena ruang tampil yang sempit, sementara pemain naturalisasi langsung jadi prioritas utama di timnas senior.
Pakar dan Legenda Bersuara
Shebby Singh, eks pemain dan kini analis sepak bola di Astro Arena, juga menyayangkan situasi ini.
“Pemain muda perlu kesempatan bermain, bukan hanya jadi pelengkap bangku cadangan. Kalau terus begini, kita bisa kehilangan generasi emas sebelum mereka meledak,” ujar Shebby dalam program Sukan Fokus.
FAM Dinilai Tak Tegas Membina Harmoni
Sementara itu, eks pelatih Timnas Malaysia B. Sathianathan secara tegas meminta Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) untuk turun tangan menyelesaikan ketegangan.
“Federasi harus jujur dan transparan soal seleksi pemain. Jangan sampai ada kesan pemain naturalisasi itu ‘anak emas’. Ini bisa menghancurkan solidaritas tim,” kata Sathianathan kepada The Star.
Tagar #KamiJugaMalaysia Ramai di Media Sosial
Di tengah konflik ini, media sosial diramaikan tagar #KamiJugaMalaysia — bentuk dukungan publik kepada pemain lokal yang merasa disisihkan. Netizen ramai-ramai menyerukan pentingnya keberimbangan antara pemain lokal dan naturalisasi.
“Kami ingin timnas yang kuat, tapi juga adil. Jangan biarkan pemain muda jadi korban sistem,” tulis akun @bolauntukrakyat di Twitter. (Aar)
Editor: Andi Akbar