Kegiatan ditutup dengan penyerahan piagam penghargaan kepada Mama Deden sebagai narasumber yang memberikan inspirasi dan dukungan langsung kepada generasi muda.
Sementara itu, Muhammad Rahmat, inisiator Gen-Z Movement, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai bagian dari strategi pemberdayaan pemuda berbasis aksi nyata.
“Kita ingin pemuda tidak hanya bicara visi, tapi juga punya pengalaman terjun langsung ke masyarakat. Di sini mereka belajar cara berkontribusi dan bagaimana menjadi bagian dari solusi,” ujar Rahmat.
Pihaknya akan terus berinovasi dan berkomitmen menyelenggarakan kegiatan serupa di desa-desa lainnya.
“Bakti Pemuda Murakata akan terus kami bawa lebih luas lagi. Kami ingin membekali pemuda agar tahu bagaimana cara bermanfaat di masyarakat, tahu bagaimana mendengar, melayani, dan berkolaborasi,” tambahnya.
Ia menegaskan bahwa kolaborasi adalah kunci dari keberhasilan kegiatan ini.
Kegiatan ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, seperti pemerintah daerah, DPRD HST, Dinas Kesehatan, Puskesmas, BKKBN, dan banyak stakeholder lainnya.
“Semoga ke depan Gen-Z Movement bisa lebih berdampak dan inovatif lagi,” pungkasnya. (Adew)
Editor: Yayu







