WARTABANJAR.COM, HST – Cita rasa kopi robusta hadir di pelosok Desa Patikalain, Kecamatan Hantakan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST).
Adalah Uun (43 tahun), pemilik usaha kopi “Robusta Abah Kembar Patikalain”, yang kini menjadi satu-satunya pelaku usaha kopi di desa berhawa sejuk tersebut.
Nama “Abah Kembar” diambil dari nama anak kembarnya, dua perempuan yang menjadi penyemangat usahanya. Perempuan yang lahir di pegunungan meratus ini memiliki 4000 batang pohon kopi yang bibitnya ia bawa dari Pulau Jawa.
Baca Juga
5 Jemaah Haji Embarkasi Banjarmasin Wafat, Rombongan Pertama Tiba di Banua
“Setelah satu tahun masa tanam, memang sudah bisa dipanen, tapi hasilnya belum banyak. Nah, setelah dua tahun, hasil panennya mulai stabil. Sekarang, hampir setiap dua minggu bisa panen,” ujar Uun saat ditemui di sela kegiatan Bakti Pemuda Murakata Gen-Z Movement, Minggu (15/6/2025).
Setiap hari panen, Uun bisa menghasilkan sekitar satu pikul biji kopi kering. Dalam seminggu, jumlah panennya bisa mencapai tujuh pikul lebih.
Proses produksi kopi milik Uun masih mengandalkan metode tradisional. Setelah panen, biji kopi dijemur selama sekitar 4 hari, tergantung panas matahari. Setelah benar-benar kering, kopi disangrai selama 1,5 jam, lalu digiling menggunakan blender khusus kopi.







