Timnas Voli Putri Indonesia Naik 12 Peringkat Usai Bungkam Iran di AVC Nations Cup 2025
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Perjuangan luar biasa Timnas Voli Putri Indonesia di AVC Nations Cup 2025 membuahkan hasil manis. Meski sempat terseok di fase grup, skuad asuhan Octavian bangkit dengan empat kemenangan beruntun, termasuk laga terakhir yang sukses menumbangkan Iran 3-1. Hasil itu mengantar Indonesia finis di posisi kelima dan melonjak 12 peringkat dalam ranking dunia FIVB.
Indonesia menutup turnamen dengan skor kemenangan 25-17, 25-15, 23-25, dan 25-20 atas Iran dalam laga perebutan posisi kelima. Kemenangan itu bukan hanya membalas kekalahan sebelumnya dari Iran di fase grup, tetapi juga menjadi penanda kebangkitan skuad Garuda Putri.
Menurut data dari Volleyball World, kemenangan atas Iran memberikan tambahan 5,71 poin dan membawa Indonesia naik ke peringkat 48 dunia, setelah sebelumnya berada di posisi 60.
“Empat kemenangan beruntun dari Mongolia, Selandia Baru, Hong Kong, hingga Iran, membuat Timnas Voli Putri Indonesia mengoleksi total 25,56 poin, menebus kekalahan awal yang membuat tim sempat kehilangan 13,15 poin.”
Meski belum mencapai target empat besar seperti yang diharapkan PBVSI, pencapaian peringkat kelima tetap menjadi loncatan prestasi. Pasalnya, di edisi 2024 lalu, Indonesia hanya mampu menempati peringkat ketujuh.
Tak hanya pencapaian tim, semangat para pemain juga layak diapresiasi. Kapten tim, Yolla Yuliana, memberikan pujian tulus lewat media sosial kepada para rekan setimnya yang tetap tampil maksimal meski jadwal padat usai ProLiga.
“Jalani, syukuri, nikmati. Jujur kalian hebat,” tulis Yolla di Instagram.
“Selesai ProLiga, lagi masa transisi kondisi badan yang lelah, jadwal yang padat, tapi kalian keren,” tambahnya.
Perjalanan Timnas Putri di AVC Nations Cup 2025 menjadi cerminan kekuatan mental, solidaritas, dan potensi besar generasi emas bola voli Indonesia. Kini, dengan bekal peringkat yang meningkat tajam dan semangat juang tinggi, langkah ke pentas internasional berikutnya terbuka lebih lebar. (Aar)
Editor: Andi Akbar