WARTABANJAR.COM, KOTIM – Surutnya air Sungai Hantipan kembali melumpuhkan aktivitas warga Desa Hantipan, Kecamatan Pulau Hanaut, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. Jalur air yang menghubungkan desa ini dengan kawasan luar seperti Sampit dan Mendawai kini tak bisa dilewati perahu motor.
Kondisi ini terjadi sejak Kamis (12/6/2025), di tengah puncak musim kemarau yang semakin memperparah penyusutan debit air di sungai tersebut. Warga mengeluhkan sulitnya akses transportasi air yang selama ini menjadi satu-satunya jalur vital keluar masuk desa.
Fenomena surutnya Sungai Hantipan bukan hal baru. Hampir setiap tahun, ketika musim kemarau tiba, air menyusut drastis hingga dasar sungai terlihat jelas di beberapa titik. Perahu motor—sarana utama warga—tidak bisa beroperasi, sebagian bahkan terpaksa berhenti total menunggu air kembali naik.
BACA JUGA:BREAKING NEWS Diduga Orang Tercebur ke Laut di Pelabuhan Trisakti






