WARTABANJAR.COM, JAKARTA - Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) tengah menggodok rencana besar: menunjuk Gennaro Gattuso sebagai pelatih baru timnas Italia, menggantikan Luciano Spalletti. Kabarnya, sosok Ringhio julukan Gattuso kini sudah masuk tahap pembicaraan secara intensif dengan Presiden FIGC, Gabriele Gravina. Di tengah proses ini, muncul rumor menarik bahwa dua legenda Juventus siap bergabung dalam tim pelatihnya. Bonucci & Barzagli Siap Turun Tangan Menurut laporan dari Sky Sport Italia, Leonardo Bonucci dan Andrea Barzagli sedang diproyeksikan untuk menjadi bagian dari staf pelatih Gattuso di timnas. Bonucci sudah lebih dulu menjalani peran sebagai asisten pelatih di level Italia U‑20 sejak Oktober lalu, usai memperoleh lisensi UEFA B. Sementara Barzagli juga telah menangani tim junior U‑15 sampai U‑20 sejak 2020, plus pengalaman singkat sebagai staf Maurizio Sarri di Juventus. Jika Bonucci dan Barzagli benar jadi bergabung, maka Gattuso akan punya tim pelatih yang sangat kuat secara taktik dan mental. Bonucci dikenal jenius dalam membangun lini pertahanan dan memahami permainan Italia modern, sementara Barzagli punya reputasi tenang, disiplin, serta detail dalam mendampingi bek muda. Kombinasi ini bisa menghadirkan struktur back‑line timnas yang solid dan calis. Simbiosis Pelatihan & Generasi Muda Bergabungnya dua eks-Juve ini bukan sekadar nostalgia, Melainkan langkah strategis untuk meregenerasi timnas lewat pendekatan yang akrab dengan kultur Italia. Bonucci dan Barzagli, yang pernah juara Liga Champions dan Euro, bisa menjadi mentor ideal untuk membentuk karakter pemain muda. Dengan Gattuso sebagai sosok galvanis, format ini sangat layak ditunggu dampaknya. Kehadiran Gattuso di kursi pelatih, plus dukungan dua legenda Juventus di staf, bisa mengubah perjalanan timnas Italia. FIGC sepertinya pengin mengulang era sukses 2006 yang dipimpin Lippi, tapi dengan gaya modern lebih agresif, kompak, dan penuh energi muda. Republika sepak bola bakal menaruh banyak harap pada kolaborasi ini, semoga segera dikonfirmasi dan membawa Azzurri melesat di kualifikasi dan turnamen besar ke depan.