WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Veronica Tan, mendorong seluruh pemerintah daerah agar mulai serius mengintegrasikan isu gender ke dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029. Hal ini disampaikan dalam acara Sinkronisasi Isu Gender dalam Dokumen RPJMD yang digelar di Tangerang, Banten, 10-12 Juni 2025, dan diikuti Bappeda, dinas terkait dari 38 provinsi, serta sejumlah kementerian. Wamen PPPA menegaskan pentingnya isu gender dalam pembangunan karena kualitas hidup perempuan masih tertinggal dibandingkan laki-laki di banyak bidang. "Gender bukan cuma urusan satu dinas, tapi harus terintegrasi di semua sektor, mulai dari kesehatan, pendidikan, ekonomi, sampai perlindungan sosial," tegas Veronica. Menurutnya, pembangunan yang peka gender bakal berdampak nyata, termasuk menurunkan Indeks Ketimpangan Gender (IKG) dan meningkatkan Indeks Pembangunan Gender (IPG). Veronica juga bilang, Kemen PPPA bakal terus mendampingi pemerintah daerah dalam proses penyusunan RPJMD biar benar-benar responsif gender. Bukan cuma di perencanaan, tapi juga saat penganggaran, pelaksanaan, pengawasan, sampai evaluasi. Koordinasi dengan kementerian dan lembaga lainnya juga bakal diperkuat supaya program ini jalan bareng dan berkelanjutan. Nggak cuma dari Indonesia, dukungan soal pentingnya integrasi gender juga datang dari Head of Development Cooperation Kedutaan Besar Kanada di Indonesia, Kevin Tokar. Kevin cerita kalau perencanaan yang inklusif di negaranya sukses menurunkan kesenjangan sosial dan bikin kepercayaan publik ke pemerintah makin kuat. Harapannya, Indonesia bisa ngalamin dampak positif serupa untuk menuju Indonesia Emas 2045. Sementara itu, Plt Direktur Keluarga, Perempuan, Anak, Pemuda, dan Olahraga Bappenas, Qurrota A’yun, ngingetin kalau tiap daerah harus jeli baca permasalahan gender yang spesifik di wilayahnya. Menurutnya, pendekatan gak bisa disamaratakan, harus kontekstual dan berbasis data. Dengan cara ini, solusi yang diambil bakal tepat sasaran dan mampu menjawab isu strategis di tiap daerah. (berbagai sumber/Aar)   Editor: Andi Akbar