Posyandu Anggrek Wakili HST dalam Ajang Penilaian Kinerja Posyandu Tingkat Provinsi Kalsel

“Posyandu Wastaka hadir sebagai simbol integrasi pelayanan multisektor yang menyeluruh, tanpa menambah beban kader atau memperpanjang waktu layanan. Tujuannya adalah meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara adil dan berkelanjutan,” ujar Renny dalam sambutannya.

Sementara itu, Ketua TP PKK HST, Deni Era Yulyantie, menyampaikan terima kasih atas dukungan tim penilai dan seluruh kader. Ia menekankan bahwa Posyandu ILP (Integrasi Layanan Primer) kini menjadi ujung tombak dalam layanan kesehatan masyarakat, karena mencakup siklus hidup dari anak-anak hingga lansia.

“Posyandu bukan hanya untuk ibu dan balita, tapi juga melayani remaja, dewasa, hingga lansia. Di Posyandu Anggrek, kami sudah melaksanakan berbagai layanan mulai dari pemeriksaan dan konseling kesehatan, edukasi, pemberian makanan tambahan, skrining penyakit tidak menular, hingga pengukuran antropometri,” ucapnya.

Tak hanya itu, Posyandu Anggrek juga dikenal inovatif. Di antaranya melalui program WAGAS (Wadah Grup Sagan Informasi Kesehatan) yang menjadi sarana penyebaran informasi kesehatan, serta program Bakul Berkah, yakni gerakan gotong royong warga untuk membantu masyarakat kurang mampu. Seluruh kegiatan ini diperkuat oleh kearifan lokal yang terus dilestarikan di Desa Hilir Banua.

Deni Era juga mendorong keterlibatan semua elemen, mulai dari pemerintah hingga masyarakat, untuk bersinergi dalam pengembangan posyandu ke depan. Ia mengingatkan bahwa pelaksanaan Posyandu saat ini sudah mencakup enam bidang SPM, sehingga memerlukan kolaborasi lintas sektor.

“Penilaian ini bukan sekadar sebuah lomba, melainkan momentum penting dalam membangun posyandu sebagai pusat pelayanan masyarakat yang berkualitas dan berkelanjutan,” tegasnya. (Adew)

Editor Restu