WARTABANJAR.COM, TASIKMALAYA – Sebuah penggerebekan dramatis terjadi Minggu malam (8/6/2025) di sebuah kompleks perumahan elit di Jalan BKR, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya. Yang mengejutkan, lokasi temuan barang haram tersebut hanya sepelemparan batu dari rumah Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan. Penggerebekan ini dilakukan oleh sekelompok aktivis dan santri yang tergabung dalam Aliansi Aktivis dan Masyarakat Muslim Tasikmalaya (Al Mumtaz). Mereka menemukan 1.859 botol minuman keras (miras) dalam sebuah mobil blind van yang dicurigai sebagai kendaraan distribusi ilegal. Santri Jadi Intel, Polisi Baru Datang Setelahnya Berawal dari informasi intelijen masyarakat, sejumlah anggota Al Mumtaz membuntuti sebuah mobil blind van abu-abu yang disebut kerap digunakan untuk menyuplai miras. Sekitar pukul 22.30 WIB, kendaraan mencurigakan itu terlihat memasuki kompleks perumahan elite di Jalan BKR, tak jauh dari rumah dinas wali kota. BACA JUGA:SADIS! Istri Baru Melahirkan Ditebas Suami hingga Meregang Nyawa, Diduga karena Utang, Anak Jadi Saksi! Santri yang hendak masuk ke area kompleks sempat ditahan di pos keamanan, namun setelah dicek via CCTV, petugas keamanan akhirnya mengizinkan masuk. Saat kendaraan ditemukan, mobil tersebut terparkir santai di depan salah satu rumah. Barang Bukti Mengejutkan: 155 Karton Miras Berbagai Merek Setelah diminta membuka mobil, para aktivis menemukan tumpukan miras dalam jumlah mencengangkan: 155 karton berisi 1.859 botol minuman keras berbagai merek, tersusun rapi dalam kendaraan. Tanpa menunggu lama, Al Mumtaz melaporkan temuan tersebut ke pihak kepolisian. Petugas dari Satuan Samapta Polres Tasikmalaya Kota pun tiba di lokasi dan menggiring kendaraan beserta barang bukti ke Mapolres untuk penyelidikan lebih lanjut. Netizen Heboh: “Intel Polisi Kalah Sama Santri!” Aksi cepat Al Mumtaz ini langsung viral di media sosial dan mendapat banjir komentar dari netizen. Banyak yang menyindir aparat penegak hukum dan mempertanyakan pengawasan pemerintah terhadap peredaran miras di “Kota Santri”. Berikut beberapa komentar netizen: “Intel polisi kalah sama intel Al Mumtaz.” “Tutup pabriknya sekalian dong!” “Itu dekat rumah Wali Kota loh, masa nggak tahu?” “Barang buktinya musnahkan sekarang juga, jangan sampai beredar lagi!” “Tasik sekarang mirip kota metropolitan, hiburan lengkap, miras pun lancar. Mana pemerintahnya?” Kota Santri atau Kota Miras? Warga Tagih Ketegasan Pemimpin Peristiwa ini menjadi tamparan keras bagi wajah Tasikmalaya yang dikenal sebagai Kota Santri. Fakta bahwa miras bisa masuk ke kompleks elit dekat rumah wali kota menyulut keresahan publik. Warganet bahkan mulai menandai tokoh-tokoh publik seperti @dedimulyadi71 untuk turun tangan mengusut jaringan peredaran miras yang kian nekat beroperasi. Miras Masuk Kota, Aksi Santri Diapresiasi, Pemkot Dipertanyakan Aksi cepat Al Mumtaz menuai pujian, sementara kinerja aparat dan pemkot disorot tajam. Kini publik menanti: apakah kasus ini akan benar-benar dituntaskan, atau justru menguap begitu saja?(Wartabanjar.com/newstasikmalayacom/berbagai sumber) editor: nur muhammad