Sinner Akui Kekalahan Menyakitkan dari Alcaraz: “Saya Ingin Menghapus Final Ini dari Ingatan”
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, JAKARTA — Jannik Sinner mengakui kekalahannya dari Carlos Alcaraz di final French Open 2025 meninggalkan luka yang dalam. Dalam laga epik berdurasi lima jam 29 menit yang berlangsung di Philippe-Chatrier, Paris, Minggu (8/6) waktu setempat, Sinner gagal mengonversi keunggulan dua set menjadi gelar, dan takluk di tie-break set kelima.
“Saya senang bisa tampil di level seperti ini, tetapi hasil akhirnya sangat menyakitkan,” ujar Sinner dalam konferensi pers, seperti dikutip dari laman resmi ATP.
Hampir Juara, Tapi Gagal di Titik Akhir
Unggulan kedua asal Italia itu sempat memimpin dua set dan bahkan unggul 5-3 di set keempat. Namun, Alcaraz bangkit dari keterpurukan dan akhirnya membalikkan keadaan untuk meraih gelar Grand Slam kelima dalam kariernya.
"Setiap set saya coba mulai dari awal. Saya kecewa, jelas, karena kehilangan banyak peluang. Tapi saya tetap bertahan secara mental,” kata Sinner.
Ketika ditanya soal emosi pasca pertandingan, petenis 23 tahun itu menjawab dengan jujur, “Saya ingin menghapus final ini dari ingatan saya.”
Statistik yang Belum Berpihak
Meski telah menjuarai tiga gelar Grand Slam sebelumnya, Sinner kini mencatatkan rekor 6-10 dalam set kelima dan belum pernah memenangkan pertandingan yang berlangsung lebih dari tiga jam 50 menit statistik yang kembali menjadi sorotan usai duel terpanjang dalam sejarah final Roland Garros. Sementara itu, Alcaraz memperpanjang keunggulan head-to-head menjadi 8-4 atas Sinner.
Rivalitas Baru dalam Dunia Tenis
Sinner mengungkapkan bahwa rivalitasnya dengan Alcaraz memiliki karakter unik dibandingkan dengan rivalitas klasik era sebelumnya seperti Federer–Nadal atau Djokovic–Murray.
"Saya cukup beruntung bermain melawan Novak dan Rafa. Roger, sayangnya, belum pernah saya hadapi di Grand Slam. Tapi saya merasa tantangan melawan Carlos dan pemain muda lainnya juga sangat luar biasa,” ucapnya.
Ia juga memuji atmosfer dan kualitas pertandingan: “Suasana di lapangan luar biasa. Ini salah satu pengalaman paling spesial dalam karier saya, meski hasilnya menyakitkan." (berbagai sumber/andi)
Editor: Andi Akbar