WARTABANJAR.COM – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Cholil Nafis, angkat bicara soal iklan promosi wisata Candi Borobudur yang menuai kontroversi karena dinilai menyindir ibadah umat Islam seperti haji dan umrah. Melalui unggahan di akun media sosial pribadinya, @cholilnafis, Senin (2/6/2025), Kyai Cholil menyoroti video berdurasi 1 menit 30 detik yang menampilkan remaja wanita mengenakan kebaya berlatar Candi Borobudur. Dalam video tersebut, terdengar kalimat bernada sindiran terkait ibadah haji dan umrah, yang justru diucapkan oleh anak-anak. "Ini kok istilahnya umrah ya, yang disuruh ngomong anak-anak," tulis Kyai Cholil dalam unggahannya. BACA JUGA:KEKACAUAN HAJI 2025: Ribuan Jemaah Indonesia Terlantar dan Terpaksa Jalan Kaki dari Muzdalifah ke Mina Ia menegaskan bahwa mempromosikan wisata adalah hal yang sah dan didukung, namun tidak seharusnya menyeret-nyeret atau menyindir agama lain, apalagi ibadah yang sangat sakral seperti haji dan umrah. "Mau wisata ke Borobudur atau ke sungai silakan, suka-suka. Tapi juga jangan nyinggol agama lain. Yang puluhan juta umrah maupun yang antre haji ya suka-suka aja," lanjutnya. KH Cholil yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Cendekia Amanah di Depok, Jawa Barat, menekankan bahwa Indonesia menjunjung tinggi kebebasan beragama. Namun ia mengingatkan agar semua pihak tetap menjadikan Pancasila sebagai dasar dalam menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara. "Toh kita menganut bebas menjalankan ajaran agama masing-masing. Dasarnya Pancasila," tegasnya. Sebelumnya, video promosi yang diunggah akun TikTok @Ngobrol Santai Indonesia menjadi viral karena mengangkat narasi perbandingan antara wisata ke Borobudur dan ibadah umrah atau haji. Video tersebut memunculkan pertanyaan dan kritik dari berbagai kalangan, termasuk tokoh agama, karena dinilai tidak sensitif terhadap nilai-nilai keagamaan.(Wartabanjar.com/medsos_rame/berbagai sumber) editor: nur muhammad