WARTABANJAR.COM, JAKARTA - Menjelang laga krusial melawan Timnas Indonesia pada Kamis, 5 Juni 2025, di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Timnas China menghadapi tekanan besar. Dengan posisi sebagai juru kunci Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, kekalahan dalam pertandingan ini akan mengubur harapan mereka untuk melaju ke putaran berikutnya. Pelatih Branko Ivankovic mengakui bahwa tekanan ini memengaruhi mental para pemainnya. "Semua tahu situasi saat ini. Jika tidak menang lawan Timnas Indonesia, kami pasti tersingkir," ujar Ivankovic. Untuk mengatasi tekanan tersebut, Federasi Sepak Bola China (CFA) mengambil langkah serius dengan mendatangkan psikolog ke pemusatan latihan tim pada Selasa, 27 Mei 2025. Langkah ini bertujuan membantu pemain seperti Wang Dalei dan rekan-rekannya agar lebih rileks dan fokus menjelang pertandingan penting melawan Indonesia. Media China, Sports Sina, melaporkan bahwa kehadiran psikolog diharapkan dapat membantu pemain menenangkan diri dan menghadapi laga dengan lebih percaya diri. Pemain senior Timnas China, Li Lei, mengungkapkan bahwa tekanan yang dirasakan tim sangat tinggi. "Semua pertandingan membuat stres, apalagi pertandingan seperti ini," katanya. Li Lei menekankan pentingnya kebersamaan tim dan menjaga kepercayaan diri untuk bisa meraih hasil positif. Sementara itu, situasi berbeda terlihat di kubu Timnas Indonesia. Skuad Garuda tampak lebih santai dan menikmati persiapan mereka. Dalam sesi latihan di Bali, para pemain terlihat bernyanyi dan berjoget, menciptakan suasana yang positif dan penuh semangat. Kondisi ini menunjukkan bahwa Timnas Indonesia siap menghadapi pertandingan dengan mental yang kuat dan percaya diri. Pertandingan antara Timnas Indonesia dan China bukan hanya soal strategi di lapangan, tetapi juga pertarungan mental. Dengan tekanan besar di pihak China dan semangat tinggi di kubu Indonesia, laga ini diprediksi akan berlangsung sengit. Kemenangan akan membuka jalan bagi salah satu tim untuk melaju ke putaran berikutnya, sementara kekalahan akan menjadi akhir dari perjalanan mereka di kualifikasi ini. (berbagai sumber/andi akbar)   Editor: Andi Akbar