WARTABANJAR.COM, PARINGIN – Sebanyak 34 orang dilaporkan mengalami gejala keracunan massal usai menghadiri kegiatan Posyandu Balita di Desa Awayan, Kecamatan Awayan, Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan, pada Senin (19/5/2025) lalu.
Dua di antaranya harus dirujuk ke rumah sakit untuk menjalani perawatan intensif.
Gejala keracunan yang dialami para korban seperti mual, muntah, diare, dan sakit perut, yang muncul beberapa jam setelah mengonsumsi makanan ringan yang dibagikan dalam kegiatan tersebut.
Baca Juga
VIDEO – Menegangkan di Lapas Nabire: Napi Bersajam Serang Petugas, 19 Kabur!
Penyebab sementara diduga berasal dari puding yang dibagikan kepada peserta. Makanan itu diketahui dibeli oleh kader posyandu dari salah satu warung di sekitar wilayah Awayan.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Balangan, H. Ahmad Sauki, membenarkan temuan tersebut dan menyampaikan hasil laboratorium yang telah dilakukan terhadap sampel makanan.
“Dari hasil laboratorium, di dalam puding itu ditemukan dua jenis bakteri, yakni koliform dan Staphylococcus aureus, yang keduanya bisa menyebabkan keracunan makanan,” ungkap Sauki.
Meski tidak ditemukan bahan makanan yang kedaluwarsa, hasil investigasi menunjukkan bahwa masalah utama terletak pada aspek higiene dan sanitasi makanan, baik saat penyiapan maupun penyajiannya.
“Tidak ada bahan yang kedaluwarsa, tapi masalahnya ada pada higienitas. Bakteri itu masuk karena proses pengolahan atau penyimpanan makanan yang tidak memenuhi standar kebersihan,” tambahnya.







