Terkait target penyelesaian, DLH Kota Banjarmasin menargetkan rehabilitasi total TPA Basirih selesai pada pertengahan tahun 2028, atau sekitar dua setengah tahun dari sekarang.
“Pengawasan tetap berjalan, meskipun waktunya cukup panjang. Proses rehabilitasi akan dilakukan secara bertahap sambil tetap mengelola sampah yang masuk ke TPA,” jelasnya.
Menurut Alive, pengelolaan sampah dan kontrol terhadap landfill akan tetap dilakukan secara paralel.
“Sistemnya jalan sambil berjalan. Jadi, kegiatan rehabilitasi dan pengelolaan tetap berjalan bersamaan,” tegasnya.
Secara statistik, produksi sampah di Kota Banjarmasin saat ini mengalami penurunan sebesar 17,53 persen, dari total sebelumnya yang mencapai 600 ton per hari.
Ia menjelaskan bahwa perhitungan ini mempertimbangkan pendekatan berbeda, yaitu menggunakan data PTMP (Perencanaan Teknis dan Manajemen Persampahan) tahun 2023
Sedangkan LH mengambil kesepakatan dengan Provinsi melalui PTMP ditambah jumlah penduduk dan demografi.
“Perbedaan data itu wajar karena metode dan tahun acuannya berbeda. Provinsi menggunakan angka 400 ton berdasarkan PTMP 2023,” paparnya.
“Sedangkan kita menggabungkan beberapa sumber data. Itu yang membuat selisihnya cukup besar,” pungkas Alive. (Ramadan)
Editor Restu







