Pertunjukan ini diharapkan dapat menjadi jembatan penegetahuan budaya antara Kalimantan Selatan dan Madura, serta memperkaya wawasan seni dan tradisi di tingkat nasional.
Acara ulang tahun Sanggar Cemara di Sumenep menjadi momentum penting untuk memperkuat jejaring seni, memperkenalkan budaya Banjar, dan memperkaya khazanah seni nasional.
Fadhil Hauw, selaku penulis dan sutradara, menyampaikan, “Monolog ini adalah bentuk cinta kami terhadap tradisi Banjar. Kami ingin memperkenalkan kekayaan budaya daerah kami kepada masyarakat luas,” ujar Fadil, Rabu (28/5).
Turut menambahkan, Najla Un’Nisa mengatakan, kalau hal tersebut merupakan suatu kesempatan yang sangat membanggakan, dapat tampil di pentas Nasional
“Merupakan kehormatan bagi saya bisa membawakan karya ini di hadapan teman-teman di Sumenep nanti. Semoga penampilan kami dapat memberikan kesan mendalam dan mempererat persaudaraan antar sanggar seni di Indonesia,” ucap Najla.
Unit Kegiatan Mahasiswa Sanggar Seni Demokrat, berdiri resmi sejak 2012 di bawah naungan FISIP Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin, telah dikenal luas sebagai wadah pelestarian dan pengembangan seni teater, tari, musik, dan paduan suara di kalangan mahasiswa.
Sejalan dengan slogan SSD “Ciptakan Karya Baru, Lestarikan Budaya Lama” yang memiliki tafsiran dan filosofis bahwa jalan kesenian yang dimiliki SSD selalu melahirkan karya-karya baru tanpa melupakan budaya yang menjadi dasar pondasi kehidupan. (Iqnatius)
Editor Restu







