Intensitas pasang rob meningkat dan halaman sekolah lebih sering terendam.
“Sudah kami usulkan perbaikan sejak tahun 2023, tapi yang disetujui hanya rehab beberapa ruang kelas. Untuk halaman, belum ada kabar,” ungkap Arif.
Akibat keterbatasan tersebut, pelajaran olahraga hingga upacara bendera pun harus dipindahkan ke teras sekolah yang sempit.
Aktivitas belajar mengajar jelas terganggu. Namun semangat anak-anak ini tetap menyala.
Sementara itu, Kabid Pembinaan SD Disdik Banjarmasin, Ibnul Qayyim, mengakui banyak sekolah di bantaran sungai terdampak pasang rob.
“Untuk SDN Teluk Dalam 11, akan kami cek terlebih dahulu ketinggian air sebelum merancang solusi,” kata Qayyim saat dikonfirmasi.
“Kami akan cek dulu ketinggian air pasangnya di halaman sekolah. Setelah itu baru bisa direncanakan perbaikannya,” tambahnya.
Pendidikan adalah hak setiap anak. Namun, kisah SDN Teluk Dalam 11 mengingatkan kita bahwa tak semua anak bisa belajar dalam kondisi yang layak. (Ramadan)
Editor Restu







