Sementara itu, Sekretaris Dispersip Tanbu, Muhammad Saleh menambahkan buku bukan hanya sarana hiburan, tetapi juga jendela ilmu pengetahuan dan pendorong perubahan perilaku yang positif.
“Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya bersama dalam membangun Kabupaten Tanah Bumbu yang cerdas dan beradab,” ujarnya.
BACA JUGA: JUMAT KELABU BANJARMASIN: Tragedi Mematikan Mengguncang Negeri, 123 Tewas, 118 Luka dan 179 Hilang
Literasi menjadi pondasi penting dalam pembangunan karakter, moral, dan kemampuan berpikir kritis masyarakat, termasuk warga binaan.
Kegiatan ini pun mendapatkan respons positif dari warga binaan dan pihak Lapas.
Mereka merasa diperhatikan dan didorong untuk terus belajar meskipun berada di balik jeruji.
“Literasi membuka wawasan kami, memberi semangat untuk berubah, dan membayangkan masa depan yang lebih baik,” ujar salah satu warga binaan. (Rel)
Editor: Yayu






