Ia juga menjelaskan bahwa korosi akibat kelembapan tinggi dan paparan polutan menjadi tantangan utama dalam pemeliharaan jaringan di wilayah tersebut.
Sementara itu, Darul Irfan, Manager PLN UPT Pontianak, mengungkapkan bahwa kerusakan terjadi karena degradasi material isolator yang diperparah oleh kondisi lingkungan sekitar yang lembap dan kaya polusi.
“Isolator mengalami penurunan kualitas akibat korosi jangka panjang. Ini akan menjadi perhatian khusus kami untuk inspeksi dan penggantian ke depan,” ujar Darul.
Sebagai langkah lanjutan, PLN akan mempercepat program pemeliharaan preventif di sepanjang jalur transmisi Parit Baru – Senggiring guna memastikan keandalan dan keamanan sistem kelistrikan di Kalimantan Barat tetap terjaga.(*/PT PLN)
editor: nur muhammad






