“Kalau kita bergerak bersama, tidak ada yang mustahil. Tapi kalau hanya Polres yang bergerak, tentu akan berat,” katanya.
Kapolres juga membuka ruang kritik bagi media, bahkan dalam bentuk satire sekalipun, yang menurutnya merupakan bentuk kepedulian dan dorongan untuk terus berbenah.
“Saya percaya kritik Bapak Ibu adalah untuk kebaikan masyarakat kita,” ucapnya.
Ia berharap silaturahmi dan kolaborasi antara Polres dan media dapat terus terjalin secara kekeluargaan dan menjadi wadah komunikasi dua arah.
“Semoga kita bersama-sama bisa menyampaikan informasi yang mencerdaskan masyarakat Tanah Laut,” tutupnya.
Pertemuan ini direncanakan menjadi agenda rutin untuk mengevaluasi progres dan tindak lanjut dari setiap masukan yang telah disampaikan media.(Wartabanjar.com/Gazali)
editor: nur muhammad







