Selain itu, ia mengapresiasi keberhasilan Bank Sampah Induk Sekumpul dalam mengedukasi masyarakat terkait pemilahan dan pemanfaatan sampah menjadi produk bernilai ekonomi.
“Bank Sampah Induk Sekumpul bisa menjadi contoh baik dalam pengelolaan sampah di tingkat masyarakat. Negara-negara maju sudah menyelesaikan persoalan sampah sejak lama, kita pun bisa memulainya dari sekarang,” ujarnya.
Sementara itu, Dewi, pengelola Bank Sampah Induk Sekumpul, menjelaskan bahwa saat ini pihaknya telah memiliki sekitar 1.500 nasabah, melibatkan 15 desa dan puluhan sekolah.
“Kami ingin mengembangkan bank sampah ini menjadi industri. Saat ini, volume sampah yang dikelola masih berkisar 5 hingga 6 ton per bulan,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih atas bantuan satu unit mobil operasional pengangkut sampah dari CSR PT Adaro.
Usai meninjau Bank Sampah, rombongan melanjutkan kunjungan ke TPA Cahaya Kencana sebelum bertolak menuju TPA Basirih. (adpim).
Editor Restu







