Ia menegaskan bahwa pengawasan ketat terhadap penyakit hewan seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dan Antraks menjadi prioritas utama. Setiap hewan kurban yang datang harus lolos pemeriksaan kesehatan sebelum dinyatakan layak potong.
“Begitu tiba di RPH, hewan akan diperiksa lagi. Jika sehat, baru kami terbitkan surat keterangan hewan layak kurban,” jelasnya.
Prediksi Jumlah Tak Jauh Berbeda, Tapi Minat Menurun
Meskipun distribusi sedikit terlambat, jumlah stok diperkirakan tidak jauh berbeda dari tahun lalu: sekitar 2.100 ekor sapi dan 917 kambing. Namun, Annang mencatat adanya penurunan minat masyarakat dalam berkurban.
“Sepertinya daya beli masyarakat sedang turun, mungkin karena faktor ekonomi yang belum stabil,” tutupnya.(Wartabanjar.com/Ramadan)
editor: nur muhammad







