Lebih lanjut, Yusrizal menyebutkan bahwa pihaknya belum dapat mengambil kesimpulan apakah tindakan Hatami termasuk dalam pelanggaran kode etik sebagai anggota dewan.
“Kami belum bisa memastikan apakah ini termasuk pelanggaran etika atau tidak. Hal ini akan kami bahas lebih lanjut bersama unsur pimpinan DPRD lainnya,” tambahnya.
Belum ada pernyataan resmi dari Hatami terkait video yang kini tengah ramai diperbincangkan publik tersebut. Sementara itu, desakan dari masyarakat untuk memberikan sanksi tegas terus bergulir di media sosial.(Wartabanjar.com/tanahbumbuinfo/berbagai sumber)
editor: nur muhammad





