Dirinya berharap, karena jalan ini merupakan akses utama menuju rumah sakit, pemerintah bisa lebih tanggap.
“Kadang masyarakat juga yang terpaksa nambal sendiri,” ungkap Suryani.
seorang pengemudi ojek yang biasa mangkal di depan RSUD, Fitriyadi, juga menyuarakan keluhannya.
“Terganggu sekali, ini merugikan masyarakat. Setahu saya, dari Januari sudah rusak begini. Lubangnya makin besar,” ujarnya.
Fitriyadi juga menyayangkan minimnya perhatian dari pihak terkait.
“Siapa lagi yang nambal kalau bukan kami? Kadang ada batu lebih kami tambal. Pemerintah ke mana?,” ucapnya dengan nada kesal.
“Jangan tahan-tahan, ini jalan seperti nambal gigi, sebentar rusak lagi,” lanjutnya.
Warga mendesak agar Pemerintah Kota Banjarmasin segera melakukan perbaikan menyeluruh, bukan sekadar tambal sulam, demi keselamatan dan kenyamanan bersama.
“Jangan sampai ada korban jiwa hanya karena jalan rusak. Mentang-mentang dekat rumah sakit, jangan disepelekan,” pungkasnya. (Ramadan)
Editor Restu







