Jelang Puncak Hari Tri Suci Waisak 2569 BE di Candi Borobudur Besok, Api Dharma Diambil dari Mrapen

Sebaliknya, jika yang dikembangkan adalah keserakahan maka akan memicu sifat keserakahan bahkan peperangan.

“Ini sesungguhnya makna api sebagai wujud dari perdamaian. Ada pengendalian diri dan juga kasih sayang,” tandasnya.

BACA JUGA: Bocoran Tarif BRT Banjarbakula Jelang Bertransformasi ke Skema BTS

Dengan demikian, melalui semangat Api Dharma, umat Budha juga diharapkan memiliki tekad kuat untuk membangkitkan sifat-sifat baik dan memacu semangat dalam mengarungi kehidupan.

Selain itu, Api Dharma Mrapen juga bisa menjadi sarana melatih diri untuk membiasakan dalam perbuatan-perbuatan positif.

Jika hal ini terbentuk, maka diyakini mampu melahirkan kesejatian abadi berupa tindakan yang tenang dan perdamaian.

Ini selaras dengan tema Perayaan Hari Raya Waisak 2025, yaitu “Tingkatkan Pengendalian Diri dan Kebijaksanaan, Wujudkan Perdamaian Dunia.”

Api Dharma ini selanjutnya dibawa ke Candi Mendut untuk disakralkan dengan pembacaan paritta suci oleh para Bhikkhu Sangha, Rohaniawan dari beberapa Majelis Agama Buddha, serta umat Buddha sebelum diantar ke Candi Borobudur saat Waisak tiba.

Setelah melakukan perjalanan kurang lebih empat jam, Api Dharma tiba di Candi Mendut,  langsung diterima oleh Bhikkhu Sangha, Direktur Urusan dan Pendidikan Agama Buddha, Nyoman Suriadarma, Wakil Panitia Waisak Nasional, Karuna Murdaya dan tokoh agama. (yayu)

Editor: Yayu