WARTABANJAR.COM, RAMBAN – Potensi bencana hidrometeorologi di Jammu & Kashmir mencapai puncaknya setelah hujan lebat memaksa Pemerintah India membuka dua pintu gerbang Bendungan Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Baglihar pada Sungai Chenab, wilayah Ramban, Selasa (6/5/2025). Video dramatis yang dirilis oleh kantor berita ANI (Asian News International) India menunjukkan aliran deras air terjun deras menembus gerbang bendungan.
Menurut laporan ANI, hujan deras dalam beberapa hari terakhir membuat volume air di hulu bendungan Baglihar meningkat drastis, memicu tanah longsor di hilir dan membahayakan permukiman warga. Demi mencegah kerusakan lebih parah, otoritas bendungan akhirnya membuka dua pintu air untuk menurunkan tekanan air secara terkendali.
Langkah itu sekaligus menepis klaim India sebelumnya untuk menutup rapat pintu bendungan Baglihar dan Salal agar “tidak satu tetes pun air Sungai Indus” mengalir ke Pakistan, yang menurut Islamabad memicu krisis air dan kekeringan di provinsi Sindh. Kini, terpaksa dibukanya kembali pintu Baglihar menjadi bukti betapa gentingnya kondisi cuaca ekstrem di wilayah Himalaya.
BACA JUGA:Nekat Jadi Kurir Narkoba Demi Rp 1,5 Juta, Buruh Muda Ini Akhirnya Dibekuk Polisi!






