WARTABANJAR.COM, BANJARBARU – Provinsi Kalimantan Selatan telah merampungkan seluruh persiapan untuk memberangkatkan 3.841 jamaah haji dari Embarkasi Banjarmasin musim haji 1446 Hijriah/2025 Masehi. Kepala Kantor Wilayah (Ka. Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Kalimantan Selatan, Dr. KH. Muhammad Tambrin, menjelaskan, jumlah ini mencakup 3.627 jamaah reguler, 191 prioritas lansia, serta tambahan 23 orang dari mutasi provinsi lain. “Seluruh kuota telah terpenuhi dan persiapan sudah matang,” ujarnya. Baca Juga Kloter Pertama Jemaah Haji Embarkasi Banjarmasin Diberangkatkan, ini Pesan Kakanwil Kemenag Kalsel Ribuan jamaah ini akan diberangkatkan dalam 13 kelompok terbang (kloter), terdiri dari 9 kloter asal Kalimantan Selatan, 3 dari Kalimantan Tengah, dan 1 kloter gabungan. "Petugas yang mendampingi yaitu 1 orang ketua kloter (TPHI), 1 orang pembimbing ibadah (TPIHI) dan 2 Orang dari tenaga kesehatan (TKHI). Disamping 4 orang petugas tersebut, masing-masing kloter juga didampingi Petugas Haji Daerah (PHD) dengan jumlah keseluruhan sebanyak 32 orang," ungkap Tambrin. Untuk proses pemberangkatan, akan dilakukan dalam dua gelombang. Pada gelombang pertama, kloter 1 sampai 6 akan diterbangkan ke Madinah melalui Bandara Internasional Pangeran Muhammad bin Abdul Aziz. "Sedangkan untuk gelombang kedua, Kloter 7 hingga 13, menuju Jeddah melalui Bandara Internasional King Abdulaziz," lanjutnya Tiba di Arab Saudi, jemaah akan menempati pemondokan di wilayah Jarwal, Raudhah, dan Syisyah, dengan jarak antara 2 hingga 6 kilometer dari Masjidil Haram. "Untuk memudahkan akses ibadah, bus shalawat akan beroperasi 24 jam sebagai sarana transportasi jamaah menuju Masjidil Haram," beber Tambrin. Ia juga menjelaskan, rangkaian ibadah haji di Mekkah, jamaah akan menjalani rangkaian ibadah seperti wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, melontar jumrah di Mina, tawaf hingga sai dan tahalul. "Sementara di Madinah, mereka akan melaksanakan salat Arbain di Masjid Nabawi, berziarah ke makam Nabi Muhammad SAW dan para sahabat, serta mengunjungi situs-situs bersejarah lainnya," tutur Tambrin. Sebagai bagian dari fasilitas, setiap jamaah juga menerima living cost sebesar 750 riyal atau Rp3.291.824 untuk menunjang kebutuhan selama di Tanah Suci. (IKhsan) Editor Restu